Minggu, 16 Oktober 2011

Liputan

GEBYAR POTENSI & BAKAT PK-LK
NASIONAL 2011

Tawa ria dan canda khas anak kecil memenuhi suasana pada siang hari Selasa     ( 11/10 ) di Taman Bentara Budaya Yogyakarta. Dengan penuh semangat dan antusias para peserta acara GEBYAR POTENSI DAN BAKAT PK-LK NASIONAL 2011 yang diselenggarakan di Taman Bentara Budaya Yogyakarta memperagakan atraksi yang akan ditampilkan beberapa jam kemudian. Memang ada yang berbeda pada siang itu , karena hampir seluruh peserta adalah siswa dan siswi sekolah luar biasa yang berasal dari  empat kabupaten diwilayah
Daerah Istimewa Yogyakarta
yaitu dari Kabupaten Bantul, Sleman, Gunungkidul dan Kulonprogo. Dan setiap kontingen terdiri kurang lebih 30 siswa plus ditambah dengan pendamping yaitu dari Guru-guru setiap sekolah masing-masing.
Praktis gedung Taman Bentara Budaya siang itu sangat ramai dan penuh. Panas siang itu tak menyurutkan semangat siswa-siswi berkebutuhan khusus ini untuk  melakukan sesi latihan atraksi Kuda Lumping atau Reog dengan kreasi dan kolaborasi yang telah diajarkan para pelatih dan guru pengajar disekolahan masing-masing sebelumnya. Walau dengan segala kekurangan dan keterbatasan fisik, mereka bisa melakukan hal itu dengan baik dan kompak. Banyak hal yang sangat menarik siang itu, dimana tak ada keraguan dan rasa canggung diantara masing-masing peserta  untuk menampilkan atraksi yang terbaik. Walaupun masih dalam sesi latihan namun mereka sangat tertib dan tahu apa yang harus dilakukan. Banyak kejadian-kejadian lucu dan membuat kita tersenyum ketika melihat mereka. Ketika satu persatu kelompok peserta dipanggil untuk menampilkan kreasi tarian Kuda Lumping dengan gaya masing-masing, terlihat kekompakkan dan alur kolaborasi yang tertata dari awal masuk panggung hingga keluar panggung sebagai ending tarian disusul kelompok peserta lain dengan dipandu pendamping dan pelatih masing-masing. Dan demi menyempurnakan hasil , merekanpun mau untuk mengulang latihan ini tanpa rasa lelah bahkan mereka terlihat senang dan menikmati latihan tersebut. Terlihat lenggak lenggok tubuh dengan kuda lumping di tangan mereka seolah-olah seperti ksatria penunggang kuda. Dengan faktor kekurangan pada beberapa indera mereka banyak kesan-kesan yang muncul dibenak kita, ternyata mereka sama seperti orang normal pada umumnya, bahkan semangat mereka bisa melebihi semangat manusia normal seperti kita. Acara ini memang digelar dalam rangka HUT Kota Yogyakarta, sebagai partisipasi siswa-siswi berkebutuhan khusus dan wujud kecintaan mereka terhadap budaya bangsa yang harus dilestarikan  (Nguri-uri kabudayan Jawa) dan sekaligus sebagai ajang untuk menunjukkan eksistensi mereka , bahwa mereka ada dan punya potensi untuk memajukan pembangunan Yogyakarta tanpa harus membedakan kekurangan fisik yang ada. Karena selama ini orang-orang berkebutuhan khusus ini hanya dilihat sebelah mata dengan stigma sebagai manusia yang membebani keluarga dan masyarakat. Tetapi kenyataan yang sebenarnya adalah banyak manusia dengan kondisi normal tidak pernah memaksimalkan kelebihan yang diberikan oleh Tuhan, yang pada akhirnya justru manusia yang normal inilah yang kadang membebani masyarakat dan keluarganya. Tentu dengan event-event seperti inil banyak hal yang positif yang bisa diambil hikmah dan manfaat baik oleh siswa-siswi berkebutuhan khusus maupun bagi manusia yang menganggap dirinya normal secara fisik. Acara ini diselenggarakan dibawah DepDiknas Yogyakarta utamanya dengan tujuan untuk memberi wadah dan media berkreasi siswa-siswi  berkebutuhan khusus  sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun Yogyakarta. 

1 komentar: